
Dia menggarisbawahi, "orang-orang Mesir tidak memiliki masalah dengan Syiah dan mereka menghormati orang Ahlalbayt dan Syiah." "Al-Azhar adalah satu-satunya universitas...
Read More..

Ketua Lembaga HAM Bahrain, Nabeel Rajab, menyinggung berlanjutnya aksi rezim al-Khalifa dalam menyulut fitnah etnis seraya menekankan bahwa aksi-aksi rezim...
Read More..

Menurut Kantor Berita ABNA, pihak resmi Kerajaan Arab Saudi hari sebelumnya mengeluarkan pengumuman mengenai warganya diluar Saudi yang menjadi teroris...
Read More..
Sunday, 18 December 2011 20:51

Dia menggarisbawahi, "orang-orang Mesir tidak memiliki masalah dengan Syiah dan mereka menghormati orang Ahlalbayt dan Syiah." "Al-Azhar adalah satu-satunya universitas diantara universitas Sunni lainnya, yang mengajarkan Fiqih Jafari," kata cendekiawan Islam tersebut.
Ali Jome melanjutkan, "Dalam sejarah Mesir,orang-orang mesir tidak ada masalah dengan Syiah dan tidak ada kebencian terhadap mazhab tersebut."
"Beberapa ulama Sunni menganggap bahwa mengajar fiqih Jafar bisa berbahaya dalam masyarakat Sunni tetapi sebaliknya saya percaya bahwa tidak ada bahaya dalam mengajarkan ajaran Syiah di universitas," ia menggarisbawahi.
Sunday, 10 July 2011 10:48
Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.
Sunday, 10 July 2011 10:25
Ahmad Y. Samantho dalam makalahnya di ICAS Jakarta (2004) mengatakan bahwa kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini, mencegangkan banyak orang di pelbagai penjuru dunia. Kesejahteraan dan kemakmuran material (fisikal) yang dihasilkan oleh perkembangan Iptek modern tersebut membuat banyak orang lalu mengagumi dan meniru-niru gaya hidup peradaban Barat tanpa dibarengi sikap kritis terhadap segala dampak negatif dan krisis multidimensional yang diakibatkannya.
Written by Munif Chatib Wednesday, 27 April 2011 17:44
Ada iklan: “BUAT ANAK KOG COBA-COBA”. Mungkin hampir sama dengan tujuan seminar yang luar biasa ini, tepatnya di Cirebon. Bagaimana tidak penting, ketika kita salah menyekolahkan anak kita di sekolahnya ROBOT, maka anak kita akan jadi robot beneran. Anda tahu ciri-ciri ROBOT? Biasanya robot itu pasti selesai mengerjakan tugas atau soal, tepat waktu, namun tidak ada kepedulian kepada sesama dan lingkungannya. Robot itu berpikirnya apa yang sudah diprogramkan saja. Perubahan yang terjadi pada lingkungan, apalagi yang mengandung pengaruh emosional, robot tidak peduli.
Betapa banyak anak yang sukses menjadi orang penting, namun lupa kepada orangtuanya. Betapa banyak orang yang kaya raya membangun rumah megah, sampai-sampai lampunya saja berharga 2 milyar, sementara tetangganya rumahnya gubuk reyot, kekurangan bahan makan dan tidak mempunyai pekerjaa. Banyak pejabat yang menghambur-hamburkan uang negara untuk pergi liburan dengan dana besar, sementara seorang anak 5 tahun tidak mampu sekolah disebabkan sang bunda tergeletak mengerang sakit. Mengapa kondisi di atas terjadi. Menurut saya, sekolah menjadi institusi menyumbang mental robot sumber daya manusia negeri ini.
Wednesday, 27 April 2011 17:08
Ketua Lembaga HAM Bahrain, Nabeel Rajab, menyinggung berlanjutnya aksi rezim al-Khalifa dalam menyulut fitnah etnis seraya menekankan bahwa aksi-aksi rezim Manama tidak akan pernah berhasil.
Rajab dalam wawancaranya dengan televisi Alalam hari ini (26/4) mengatakan, "Rakyat Bahrain, dengan berbagai cara termasuk menamakan pekan ini sebagai pekan persatuan berupaya menunjukkan kepada masyarakat internasional bahwa rakyat telah selama ratusan tahun hidup damai berdampingan. Namun pemerintah terus berusaha menyulut friksi etnis. Akan tetapi upaya itu akan gagal dan Bahrain akan tetap menjadi satu bangsa."
Saturday, 23 April 2011 21:49
"Hari ini, perdamaian dunia adalah sedemikian rupanya sehingga semua negara berada di bawah pengaruh politik dua negara adidaya;.Negara adidaya tersebut mengontrol dimana-mana dan memiliki program untuk mengalahkan setiap kelompok. Yang paling penting dari ini adalah menabur perselisihan di tubuh umat muslim.
Umat Muslim harus sadar dan harus waspada bahwa jika perselisihan terjadi antara Sunni dan Syiah bersaudara, maka hal ini berbahaya bagi kita semua, berbahaya bagi semua Muslim. Mereka yang ingin menaburkan perselisihan bukanlah Sunni atau Syiah, mereka adalah agen dari negara adidaya dan bekerja untuk mereka.
Friday, 04 March 2011 17:07
Anggota Komisi VIII, Ali Maschan Musa, mengatakan Polri juga harus ikut memerhatikan aliran Syiah selain mewaspadai penyebaran Ahmadiyah di Indonesia. Saat ini, kata dia, ada ribuan pemuda-pemuda Indonesia yang belajar Syiah langsung di Iran. Beberapa tahun lagi mereka akan kembali.
“Saya tahun 2007 ke Iran dan bertemu dengan beberapa anak-anak Indonesia di sana yang belajar Syiah. Mereka nanti minta di Indonesia punya masjid sendiri dan sebagainya,” kata Ali dalam rapat dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen (Pol) Ito Sumardi, di ruang rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Kamis (3/3).
Kondisi macam itu, kata Ali, juga harus menjadi perhatian Polri ke depan. Ali berharap kejadian kekerasan Cikeusik yang melibatkan Ahmadiyah dan kelompok masyarakat bulan lalu tidak terulang lagi. “Kalau memang kembali, mereka (pelajar Indonesia di Iran) itu akan menjadi pekerjaan Polri,” katanya.
Ali mengatakan adanya pelajar Indonesia yang belajar Syiah di Iran itu datang atas beasiswa dari pemerintah Iran. Jumlah penerima beasiswa itu sebanyak 5000 orang. “Belum lagi beasiswa yang diberikan langsung oleh mullah-mullah di Iran itu. Saya perkirakan jumlahnya bisa 6.000-7.000 orang,” katanya.
Ito Sumardi menganggap informasi dari Ali Maschan Musa merupakan masukan yang baik bagi Polri. Namun, Ito mengatakan Polri perlu kepastian mengenai paham Syiah itu diperbolehkan di Indonesia atau tidak. “Ini masukan yang bagus,” ujarnya singkat.(REPUBLIKA.CO.ID)
Page 1 of 11








![]() | Hari Ini | 15 |
![]() | Kemaren | 46 |
![]() | Minggu Ini | 61 |
![]() | Minggu lalu | 489 |
![]() | Bulan Ini | 1658 |
![]() | Bulan Lalu | 2054 |
![]() | Total | 23215 |
Awal pendirian yayasan dipelopori oleh Sayyid Luqman Bilfaqih bersama beberapa tokoh agama di Balikpapan, dan diresmikan pada Tanggal 25 Oktober 2000 oleh Bapak Walikota H. Imdaad Hamid, SE. Bertempat di Masjid Shahibussalim Jl. M. T Haryono No. 79 Ring Road Balikpapan, dengan akte Notaris H. M Rasyid Umar SH, di Balikpapan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah.